TELAH MENGERJAKAN QIYAMULLAIL DENGAN PENUH IMAN DAN MENGHARAP PAHALA.

Monday, August 22, 2011 PCL 4 Comments

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قاَمَ لَيْلَةُ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karana iman dan mengharap pahala, nescaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata:
“Siapa saja yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, PASTI akan mendapatkan ganjarannya, baik dia mengetahui bahwa malam itu (adalah) lailatul qadar atau tidak, meskipun seandainya orang itu tidak mengetahui tanda-tandanya, atau tidak waspada dengannya disebabkan tertidur atau sebab lain, akan tetapi dia TELAH MENGERJAKAN QIYAMULLAIL DENGAN PENUH IMAN DAN MENGHARAP PAHALA. Maka Allah PASTI akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Syaikh rahimahullah juga berkata
“Ketetapan ganjaran lailatul qadar boleh diraih oleh orang yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, BAIK IA MENGETAHUINYA ATAU TIDAK, karana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ’alaihi)
Dan beliau tidak menyebutkan, apabila dia mengetahui maka ia mendapatkannya.
Maka, tidak disyaratkan untuk mendapatkan pahala lailatul qadar, seseorang itu harus mengetahui dengan pasti malam itu. Akan tetapi kita katakan, barangsiapa YANG MENGERJAKAN QIYAMULLAIL PADA SEPULUH TERAKHIR BULAN RAMADHAN SELURUHNYA, maka kami tegaskan bahwa dia pasti mendapatkan malam lailatul qadar, baik dipermulaan sepuluh hari terakhir, pertengahan, atau di akhirnya. Dan hanya Allah-lah maha pemberi taufik.

Syaikh Masyhur bin Hasan Salman hafizhahullah mengatakan:
“Kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia pada lailatul qadar itu banyak sekali, jarang yang boleh selamat kecuali yang dipelihara Allah. Di antara kesalahan-kesalahan itu adalah: Sibuk mencari dan menyelidiki keberadaannya.”

Syaikh juga menjelaskan:
“Sibuk mencari dan menyelidiki keberadaannya. Sibuk mengamati tanda-tanda lailatur qadar, sehingga meninggalkan ibadah ataupun perbuatan taat pada malam itu. Betapa banyak orang-orang lupa membaca Al-Qur’an, zikir dan lupa mencari ilmu karana sibuk mengamati tanda-tanda lailatul qadar. Menjelang matahari terbit, terkadang kita dapati ada yang sibuk memperhatikan dan mengamati matahari untuk mencari tahu, apakah sinar matahari pagi ini terik ataukah tidak. Mestinya orang-orang ini memperhatikan pesan Rasulullah saw dalam sabda beliau:
“Semoga (dengan dirahasiakannya waktu lailatul qadar itu) menjadi lebih baik bagi kalian” (HR. Bukhari)

Dalam hadits ini, terdapat isyarat bahawa malam itu tidak ditentukan waktu pastinya.
Dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, para ulama menyimpulkan bahwa dirahasiakannya waktu lailatul qadar (adalah) lebih baik. Mereka mengatakan: “Hikmahnya, agar manusia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amal PADA SELURUH MALAM dengan harapan ada yang bertepatan dengan lailatul qadar. Berbeza jika lailatul qadar itu telah dipastikan waktunya, maka tentu kesungguhan dalam beramal hanya akan ada dan akan dikerjakan pada satu malam itu saja. Akibatnya, kesempatan beribadah pada malam-malam lainnya akan berlalu begitu saja atau amal ibadahnya menurun. Bahkan sebagian ulama mengambil satu faedah dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, iaitu sebaiknya ORANG YANG MENGETAHUI lailatul qadar itu MENYEMBUNYIKANNYA, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mentaqdirkan pada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam UNTUK TIDAK MEMBERITAKANNYA. Dan semua kebaikan ada pada sesuatu yang telah ditaqdirkan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga kita DISUNNAHKAN untuk mengikutinya.”



4 comments:

  1. Salam pakcik, selamat hari raya. Sungguh sukar kita mendapat tahu bilakah masanya malam yang dinantikan itu. Cara yang terbaik ialah bangun solat malam seperti biasa yang kita buat. Kebiasaan adalah perlu kerana bangun solat malam sekali sekala adalah luar biasa.

    ReplyDelete
  2. Cara yang terbaik adalah dengan meneruskan buat qiamullail pada 10 malam terakhir...insyaAllah...

    ReplyDelete
  3. tp ada seperkara: ramai yg buat time last 10 ramadan je.syg nyer x diteruskan slps abis ramadan

    ReplyDelete
  4. ntah la nape, takut2 kalau amal gee x diterima.. huhu..

    ReplyDelete


[PENAFIAN]
www.nazlee.com dan pemilik blog ini secara khusus tidak akan bertanggungjawab terhadap apa juga liabiliti, kerosakan, kehilangan, kerugian atas risiko, peribadi mahu pun sebaliknya yang berlaku akibat, secara langsung atau tidak langsung daripada penggunaan dan aplikasi, daripada apa juga kandungan yang diperolehi dari blog ini.
Segala artikel yang dihasilkan oleh pemilik blog ini hanya sekadar pendapat peribadi yang mahu dikongsi bersama para pembaca blog ini serta untuk koleksi rujukan buat pemilik blog untuk kegunaan pada masa hadapan.